jeudi 30 janvier 2020

Leeslijst februari 2020

Leeslijst februari 2020



  1. Gilles Legardinier, Et soudain tout change
  2. Jean-Paul Dubois, Tous les hommes n’habitent pas le monde de la même façon [Goncourt 2019]  
  3. Sylvain Prudhomme, Par les routes  [Femina 2019]  
  4. Isabel Allende, La casa de los espiritus
  5. Rosa Ribas, Si no - lo matamos
  6. Mario Vargas Llosa, La ciudad y los perros
  7. Roberto Bolaño, La pista de hielo
  8. Armando Lucas Correa, La niña alemana 
  9. John Irving, Widow for one year
  10. Ken Follet, Die Säulen der Erde

Gelezen in januari 2020



  1. Andrés Pérez Domínguez, El factor Einstein 
  2. Frederick Forsyth, Cobra
  3. Stephen King, Las dos después de medianoche
  4. Bérengère Cournut, De pierre et d'os [Fnac 2019] 
  5. Grégoire Delacourt, L' écrivain de la famille
  6. Andrea H. Japp, Les chemins de la bête : Le souffle de la rose (II)
  7. Andrea H. Japp, Les chemins de la bête : Le sang de grâce (III)
  8. Andrea H. Japp, Les chemins de la bête : Le Combat des ombres (IV) 
  9. Olivier Norek, Surface  [Maison Presse 2019]  
  10. Richard Morgan, Altered Carbon
  11. Maarten 't Hart, De vlieger
  12. Maarten 't Hart, Een vlucht regenwulpen
  13. Harry Mount, Et cetera en al dat andere Latijn
  14. Romy Hausmann, Liebes Kind
  15. Isabel Allende, Porträt in Sepia 
  16. Julia Kohli, Böse Delphine

vendredi 24 janvier 2020

mercredi 15 janvier 2020

jeudi 2 janvier 2020

Leeslijst januari 2020

  • Andrea H. Japp, La Soufle de la Rose
  • Grégoire Delacourt, L' écrivain de la famille
  • Andrés Pérez Domínguez, El factor Einstein 
  • Stephen King, Las dos después de medianoche
  • Richard Morgan, Altered Carbon
  • Maarten 't Hart, De vlieger
  • Maarten 't Hart, Een vlucht regenwulpen
  • Albert Camus,  Sampar ()
  • George R. R. Martin, A Game of Thrones (1)
  • Isabel Allende, Porträt in Sepia 
  • Ken Follet, Die Säulen der Erde
  • P.G. Woodhouse, La princo kaj Betty

dimanche 1 décembre 2019

Leeslijst december 2019


Gepland voor december 2019

  1. Albert Camus, Sampar 
  2. Isabel Allende, Porträt in Sepia 
  3. Mario Vargas Llosa, La casa verde
  4. Santiago Roncagliolo, Abril Rojo
  5. Maud Mayeras, Reflex

Overig
  1. George R. R. Martin, Sebuah permainan singgasana (A Game of Thrones) 
  2. Eduardo Mendoza, La ciudad de los prodigios
  3. Julia Navarro, La Hermandad de la Sábana Santa 
  4. Ken Follet, Die Säulen der Erde
  5. Nicolas Rabel, Une libération
  6. Andrea H. Japp, La dame sans terre
  7. P.G. Woodhouse, La princo kaj Betty

Crónica de una muerte anunciada de Garbriel Garciá Márquez

❤❤❤❤


mardi 5 novembre 2019

Leeslijst november 2019


Nu aan het lezen
  1. Jean-Christophe Grangé, Les rivières pourpres
  2. Albert Camus, Sampar 
  3. Isabel Allende, Porträt in Sepia 
  4. Erik Coenen, De Gouden Eeuw van de Spaanse literatuur
  5. Isabel Allende, A critical companion
  6. P.G. Woodhouse, La princo kaj Betty
  7. Mario Vargas Llosa, La casa verde

Gepland
  1. George R. R. Martin, Sebuah permainan singgasana (A Game of Thrones) 
  2. Leonardo Padura, La neblina del ayer
  3. Eduardo Mendoza, La ciudad de los prodigios
  4. Ken Follet, Die Säulen der Erde

jeudi 31 octobre 2019

Leeslijst oktober 2019


Nu aan het lezen
  1. Jean-Christophe Grangé, Les rivières pourpres
  2. Albert Camus, Sampar 
  3. Ruben Loz Aguerrebere, Muerte en el Café Gijón
  4. Isabel Allende, Porträt in Sepia 
  5. Erik Coenen, De Gouden Eeuw van de Spaanse literatuur
  6. Isabel Allende, A critical companion
  7. P.G. Woodhouse, La princo kaj Betty

Gepland
  1. George R. R. Martin, Sebuah permainan singgasana (A Game of Thrones) 
  2. Mario Vargas Llosa, La casa verde
  3. Leonardo Padura, La neblina del ayer
  4. Eduardo Mendoza, La ciudad de los prodigios
  5. Ian Rankin, El escondite
  6. Ken Follet, Die Säulen der Erde

lundi 15 avril 2019

Pramoedya dan Sastra Realisme Sosialis oleh Eka Kurniawan


*****
Dalam buku itu Eka Kurniawan menyelidiki peran realisme sosialis dalam karya sastra Pramoedya Anantha Toer. Eka adalah penulis yang saya kenal dari bukunya Lelaki Harimau.

Dalam bab-bab pertama, Eka Kurniawan menyajikan informasi tentang kehidupan Anantha Toer, penulis Indonesia yang terkenal. Dia juga sangat terkenal di negara saya sendiri, Belanda. Di mana profesor A. Teeuw di Universitas Leiden menerbitkan banyak publikasi tentang Toer di masa lalu.

Kehidupan dan karya Toer dibagi oleh Eka Kurniawan menjadi tiga periode. Periode pertama adalah periode sebelum keterlibatan Anantha Toer di Lembaga Budaya Rakyat (LEKRA). Masa itu sampai sekitar tahun 1955.

Periode kedua adalah fase di mana ia terlibat dengan LEKRA, sekitar tahun 1955-1965. Periode ketiga adalah periode setelah LEKRA dibubarkan dan dihilangkan. Ini adalah periode 1965 -1985. Di periode ini, Anantha Toer diasingkan selama bertahun-tahun ke pulau Buru.

Selanjutnya, Eka Kurniawan membahas asal dan makna realisme sosialis. Dia menjelaskan bagaimana sejarah (dunia) dapat dianalisis dengan berbagai cara. Misalnya, bagaimana Marx dan Lenin memandang sejarah (dunia) sebagai perkembangan yang terdiri dari pergulatan berkelanjutan antara partai-partai. Dia juga memperkenalkan model filosofis "tesis, antitesis dan sintesis" sebagai mekanisme untuk memahami perkembangan sejarah.

Peran dan elemen realisme sosialis dalam karya Toer kemudian dibahas oleh Eka Kurniawan. Dia merujuk periode penulisan Toer pertama sebagai periode "tesis", periode penulisan Toer kedua, periode LEKRA, adalah periode "antitesis". Periode ketiga adalah periode "sintesis". Pada periode sintesis Pramoedya Anantha Toer menulis karya besarnya; tetralogi Buru.

Dalam bab penutup, Eka Kurniawan merumuskan kesimpulan poin demi poin tentang peran realisme sosialis.

Gaya penulisan dan cara penyajian Eka dalam uku ini cukup menarik. Pembaca didorong untuk terus membaca dan juga untuk mencari informasi di sumber-sumber sastra lainnya.

Buku ini menarik, hanya ada satu kekurangan: pengarang menyajikan terlalu sedikit informasi tentang isi karya Toer.

Eka Kurniawan memberikan informasi tentang kehidupan Toer dan karyanya yang diterbitkan. Akan tetapi, saya suka informasi lebih banyak tentang isi karya Toer. Untuk lebih mengerti peran realisme sosialis dalam karyanya.

Kedua bab tentang realisme sosialis, asalnya dan perkembangannya, menarik. Ini memberikan gambar yang bagus dan informatif. Tulisan ini umumnya mudah dibaca, walaupun isinya tentu saja agak abstrak sehubungan dengan dasar filosofis dari apa yang disebut realisme sosialis.

Singkatnya, menurut saya buku ini sangat menarik. Buku ini berisi informasi yang cukup baik tentang realisme sosialis untuk mengerti kesimpulan-kesimpulan Eka. 

samedi 23 mars 2019

La Barka oleh Nh. Dini

*****
Buku kurang menarik.

Kisah ini menceritakan pristiwa di Prancis selatan, pada akhir 1960-an atau awal 1970-an.

Karakter utama adalah seorang wanita Indonesia, Rani, yang sedang menunggu dengan anak kecilnya untuk mengakhiri proses perceraiannya. Dia sedang berlibur dan menginap di rumah besar seorang teman lama, Monique, perempuan Prancis. Dia menginap selama beberapa minggu dan bertemu berbagai orang dan pasangan di sana.

Matahari itu hangat, orang-orang berbelanja, orang-orang memasak, orang-orang pergi ke pantai… (“Rien ne se passe !”). Rani tidak melakukan apa-apa selain berbicara tentang sesuatu yang tidak ada isinya dan hanya merawat anaknya. Tidak ada pengembangan karakter, tidak ada humor, tidak ada perkembangan yang menarik.

Saya telah membaca tiga perempat buku dan kemudian menyerah.